Rabu, 02 Desember 2015

Generasi Kayu Keropos Takut Paku

Ilmu kayu tanpa lubang paku membuat orangtua takut bersikap kepada anak. Perasaan yang selalu datang adalah bahwa semua hal yang dilakukan orangtua bisa membuat anak menjadi terluka, berlubang, dan itu akan membekas yang menjadikan anak tumbuh dan besar menjadi anak yang buruk. Tak pernah terpikir lagi di kepala orangtua bahwa paku bisa menguatkan dan menyatukan kayu, bahkan mengokohkan bangunan.

Kita terlupa Nabi pun menyuruh orangtua memukul anaknya yang tidak sholat, kita terlupa Lukman banyak mengatakan jangan kepada anaknya. Orangtua menjadi takut untuk memerintah anak, menjadi takut untuk memukul anak. Menjadi marah ketika anak kita terkena pukulan temannya lalu menjadi panjang dengan membawa ke jalur hukum.

Orangtua menjadi tak berbatas bersikap kepada anak, membiarkan apa yang anak mau, padahal orangtua tahu membedakan benar salah saja anak belum bisa.

Dan jadilah kini generasi kayu keropos takut paku, tak berani bersikap, tak berani bertindak, bahkan bermimpi membangun bangsa pun tak terlintas di kepala anak-anak ini, jika pun ada hanya bisa berdoa dengan selemah-lemah iman, hanya bisa berekspresi lewat hentakan nyanyian, tak lebih.

Selasa, 07 April 2015

Biang Keringat Anak

Temans, kemarin saya berkunjung ke rumah guru ngaji suami, acara ini di gagas untuk mempertemukan murid-murid TPA dengan guru ngajinya sewaktu mereka masih unyu-unyu dulu. Sampai disana ternyata kami menjadi tamu pertama yang tepat waktu tentunya, selalu bangga tepat waktu, karena bangga tak dusta. Yup, kembali lagi ke acara tersebut. Disana anak-anak bang Eno, guru ngaji kami, juga ada disana.

Obrolan malang-melintang, cerita jaman dulu, jaman sekarang dan juga cerita antar ibu-ibu.
Dalam satu obrolan salah satu teman mempertanyakan anaknya yang biang keringat, dan ini adalah bukan pertanyaan pertama yang saya dapati dalam obrolan ibu-ibu muda.
Saya lalu merujuk pada blog ibu-ibu muda yang menyampaikan bahwa anak kecil justru lebih cepat berkeringat sehingga harus diperhatikan bahan dan ketebalan baju anak. Lalu saya merujuk pada anak saya yang masih satu yang jarang sakit dan tidak kena biang keringet, Bianco. Apakah dirumah kami ada AC? jawabannya tidak. Apakah Bianco anak yang pendiam sehingga tak berkeringat? tidak, Bianco termasuk anak yang tidak bisa diam seperti anak lain yang duduk pun ada saja yang bergoyang, entah tangan, kaki atau pantatnya seperti penyanyi dangdut yang tidak bisa diam.
Bianco keringatnya banyak, sangat banyak, seperti halnya anak kecil sekarang yang cepat berkeringat, tapi alhamdulillah dia tidak pernah biang keringet, karena saya selalu memperhatikan pakaiannya dan apa yang dipakai olehnya. Pertama, sabun bayi atau anak kecil tak sama dengan orang dewasa, karena kulit mereka berbeda dengan orang dewasa. Kedua, saya sangat jarang memberikan Bianco pengharum seperti bedak atau pengharum pakaian, karena iritasi adalah hal yang cepat dialami anak kecil terhadap bahan kimia, toh tanpa pewangi bayi sudah wangi. Ketiga, saya memberi Bianco minyak telon hanya setelah mandi, dan itu hanya didada dan pusarnya, minyak telon ya, bukan minyak kayu putih, minyak kayu putih itu untuk ukuran orang dewasa saja panas apalagi anak-anak. Dan saya menghentikan memberikan minyak telon setelah Bianco 2tahun. Kecuali untuk keadaan tertentu misalkan ruangan full AC atau habis kehujanan, Bianco kalau habis kehujanan cukup minyak telon dan tak batuk pilek setelah kehujanan, jadi digunakan sebagai obat, bukan penggunaan sehari-hari yang belum jelas fungsinya. Keempat, perhatikan kebersihan anak, biang keringet juga disebabkan kuman yang pastinya bisa hilang hanya dengan sabun, lain halnya dengan virus, oleh sebab itu perhatikan kebersihan seperti cuci tangan, membersihkan keringat yang menumpuk dengan tisu basah dan mandi anak. Oh ya, mandi itu membersihkan seluruh tubuh, jadi jangan sampai lupa mencuci muka anak dengan sabun, biar kuman dimuka juga hilang dan anak cerah dan segar, kaya iklan di televisi, tak usah takut pedih, tinggal tekniknya saja biar mata tak kena. Dan kelima, perhatikan pakaiannya, kasar halus tebal tipisnya, juga panjang pendeknya.

Saya menjamin anak tidak akan biang keringat dan sehat bersih menyejukkan mata dan hati orangtua :)