Ilmu kayu tanpa lubang paku membuat orangtua takut bersikap kepada anak. Perasaan yang selalu datang adalah bahwa semua hal yang dilakukan orangtua bisa membuat anak menjadi terluka, berlubang, dan itu akan membekas yang menjadikan anak tumbuh dan besar menjadi anak yang buruk. Tak pernah terpikir lagi di kepala orangtua bahwa paku bisa menguatkan dan menyatukan kayu, bahkan mengokohkan bangunan.
Kita terlupa Nabi pun menyuruh orangtua memukul anaknya yang tidak sholat, kita terlupa Lukman banyak mengatakan jangan kepada anaknya. Orangtua menjadi takut untuk memerintah anak, menjadi takut untuk memukul anak. Menjadi marah ketika anak kita terkena pukulan temannya lalu menjadi panjang dengan membawa ke jalur hukum.
Orangtua menjadi tak berbatas bersikap kepada anak, membiarkan apa yang anak mau, padahal orangtua tahu membedakan benar salah saja anak belum bisa.
Dan jadilah kini generasi kayu keropos takut paku, tak berani bersikap, tak berani bertindak, bahkan bermimpi membangun bangsa pun tak terlintas di kepala anak-anak ini, jika pun ada hanya bisa berdoa dengan selemah-lemah iman, hanya bisa berekspresi lewat hentakan nyanyian, tak lebih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar