Hari itu cukup cerah,aku dan adik perempuanku sedang bermain di ruang
depan rumah, saat itu kami masih duduk di bangku kelas 4 dan 5 SD.
Disaat
kami tengah asyik bercanda dan mengobrol tiba-tiba pintu di ketuk dan
terdengar salam. Kami menyahut berbarengan dan mencoba melihat ke
jendela siapa yang datang, ternyata anak laki-laki seumuran kami,
kira-kira sekitar itulah.
Saya membuka sedikit pintu
dan bertanya kepada anak laki-laki tersebut ingin bertemu siapa, dia
menjawab ingin bertemu dengan Mamaku, aku cukup terkejut, lalu dia
mencoba menjelaskan bahwa dia adalah salah satu anak laki-laki yang
pernah ditolong melahirkan ketika Mama menjadi perawat di Bukittinggi.
Dan aku teringat Mama pernah bercerita tentang dia dan keluarganya.
Aku membukakan pintu dan mempersilahkannya masuk sebelum ku panggil Mamaku.
Dia tetap berdiri didepan pintu ketika aku masuk ke dalam untuk memanggil Mamaku.
Dari dapur aku dan adikku mengiringi langkah Mama ke ruang depan.
“eh
Rizka bilo tibo dari pesantren?” kata Mama dengan ramah menyambutnya ke
pintu dan menyuruhnya masuk, anak laki-laki yang dipanggil Mama Rizka
itu masuk ke dalam rumah sambil bersidekap merendah didepan Mama.
“duduaklah, Ibu bue’an minum dulu yoo” kata Mamaku sambil kedapur mempersiapkan minum.
Aku dan adikku ikut duduk dan diam melihat ke arah anak laki-laki itu.
Lali
dia memecahkan suasana dengan mengajak berkenalan, “iko pasti Ilen jo
Iya yo, kenalin Rizka” katanya, lalu aku langsung mengulurkan tangan tapi
dia menyambutnya dengan menyidekapkan tangan di dadanya.
Aku terbingung lalu menarik kembali tanganku sambil melongo, “perempuan dan laki-laki tidak boleh bersentuhan” sambungnya lagi.
Aku
pernah mendengar di madrasah bahwa hukumnya perempuan dan laki-laki
tidak boleh bersentuhan, tapi aku tetap saja bingung, karena menurutku,
itu tetaplah hal yang asing, apalagi usia kami masih belum dewasa,
begitulah pikirku.
Kedatangan Mama membawa minum
membuat aku dan adikku kembali terdiam, lalu dia berkata kepada Mama
bahwa dia tak lama, hanya ingin mampir memastikan bertemu Mama karena
dia sudah akan kembali ke Pesantren, tak lama dia langsung minum dan
berpamitan kembali kepada Mama.
Kini, anak laki-laki
itu sudah tiada, aku tak tahu pasti kapan waktunya, sepertinya tak
begitu lama berselang dari kunjungannya kerumahku. Meninggal di
pesantren karena sakit.
Kejadian ketika anak laki-laki
itu berkunjung kerumahku dan bertemu denganku itu tak berlangsung lama,
wajahnya pun aku tak begitu mengingatnya, tapi pertemuan yang sebentar
itu merupakan salah satu langkah menuju hijrahku.
Aku
tak sempat mengucapkan terimakasih kepadanya, karena hidayah dari-Nya
yang datang melalui anak laki-laki itu pun tak langsung aku ambil saat
itu juga, aku hanya bisa mendoakan semoga dalam kuburnya dijauhkan dari
azab dan diakhir nanti sampai ke syurga-Nya, karena dia meninggal di
usia muda tentulah tak kan lama masa perhitungannya nanti.
Aku berharap semoga aku bisa berterimakasih kepadanya nanti di JannahNya. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar