Kamis, 25 September 2014

TAK BERSENTUHAN

Hari itu cukup cerah,aku dan adik perempuanku sedang bermain di ruang depan rumah, saat itu kami masih duduk di bangku kelas 4 dan 5 SD.

Disaat kami tengah asyik bercanda dan mengobrol tiba-tiba pintu di ketuk dan terdengar salam. Kami menyahut berbarengan dan mencoba melihat ke jendela siapa yang datang, ternyata anak laki-laki seumuran kami, kira-kira sekitar itulah.

Saya membuka sedikit pintu dan bertanya kepada anak laki-laki tersebut ingin bertemu siapa, dia menjawab ingin bertemu dengan Mamaku, aku cukup terkejut, lalu dia mencoba menjelaskan bahwa dia adalah salah satu anak laki-laki yang pernah ditolong melahirkan ketika Mama menjadi perawat di Bukittinggi. Dan aku teringat Mama pernah bercerita tentang dia dan keluarganya.

Aku membukakan pintu dan mempersilahkannya masuk sebelum ku panggil Mamaku.

Dia tetap berdiri didepan pintu ketika aku masuk ke dalam untuk memanggil Mamaku.

Dari dapur aku dan adikku mengiringi langkah Mama ke ruang depan.

“eh Rizka bilo tibo dari pesantren?” kata Mama dengan ramah menyambutnya ke pintu dan menyuruhnya masuk, anak laki-laki yang dipanggil Mama Rizka itu masuk ke dalam rumah sambil bersidekap merendah didepan Mama.

“duduaklah, Ibu bue’an minum dulu yoo” kata Mamaku sambil kedapur mempersiapkan minum.

Aku dan adikku ikut duduk dan diam melihat ke arah anak laki-laki itu.

Lali dia memecahkan suasana dengan mengajak berkenalan, “iko pasti Ilen jo Iya yo, kenalin Rizka” katanya, lalu aku langsung mengulurkan tangan tapi dia menyambutnya dengan menyidekapkan tangan di dadanya.

Aku terbingung lalu menarik kembali tanganku sambil melongo, “perempuan dan laki-laki tidak boleh bersentuhan” sambungnya lagi.

Aku pernah mendengar di madrasah bahwa hukumnya perempuan dan laki-laki tidak boleh bersentuhan, tapi aku tetap saja bingung, karena menurutku, itu tetaplah hal yang asing, apalagi usia kami masih belum dewasa, begitulah pikirku.

Kedatangan Mama membawa minum membuat aku dan adikku kembali terdiam, lalu dia berkata kepada Mama bahwa dia tak lama, hanya ingin mampir memastikan bertemu Mama karena dia sudah akan kembali ke Pesantren, tak lama dia langsung minum dan berpamitan kembali kepada Mama.

Kini, anak laki-laki itu sudah tiada, aku tak tahu pasti kapan waktunya, sepertinya tak begitu lama berselang dari kunjungannya kerumahku. Meninggal di pesantren karena sakit.

Kejadian ketika anak laki-laki itu berkunjung kerumahku dan bertemu denganku itu tak berlangsung lama, wajahnya pun aku tak begitu mengingatnya, tapi pertemuan yang sebentar itu merupakan salah satu langkah menuju hijrahku.

Aku tak sempat mengucapkan terimakasih kepadanya, karena hidayah dari-Nya yang datang melalui anak laki-laki itu pun tak langsung aku ambil saat itu juga, aku hanya bisa mendoakan semoga dalam kuburnya dijauhkan dari azab dan diakhir nanti sampai ke syurga-Nya, karena dia meninggal di usia muda tentulah tak kan lama masa perhitungannya nanti.

Aku berharap semoga aku bisa berterimakasih kepadanya nanti di JannahNya. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar